Senin, 12 Oktober 2020

Menasehati dengan Tidak Menyakiti Hati

Assalamu'alaikum, bagaimana kabarnya teman-teman? Semoga sehat selalu yaa, dan yang sedang sakit disembuhkan. Aamiin

Pernahkah kita ingin menasihati orang namun tidak ingin menyakiti hatinya? Pasti beberapa pernah merasakannya. Kebetulan, tadi saya ada diskusi mengenai hal ini dan saya ingin membagikan kepada semuanya.

Agar mad'u tidak merasa sakit hati yaitu dapat dilakukan dengan cara:

1. Menasehati dengan niat yang ikhlas

Sebagaimana kita ketahui bahwa amalan kebaikan tidak diterima dan tidak dianggap sebagai amalan shalih kecuali jika dengan niat yang ikhlas. Dari Umar bin Khathab radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّما الأعْمالُ بالنِّيَّةِ، وإنَّما لِامْرِئٍ ما نَوَى، فمَن كانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللَّهِ ورَسولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إلى اللَّهِ ورَسولِهِ، ومَن هاجَرَ إلى دُنْيا يُصِيبُها أوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُها، فَهِجْرَتُهُ إلى ما هاجَرَ إلَيْهِ

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan seseorang mendapatkan ganjaran sesuai niatnya. Orang yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya maka ia mendapatkan ganjaran sebagai amalan hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya. Orang yang hijrah untuk mendapatkan dunia atau untuk menikahi wanita, maka hijrahnya sekedar yang untuk apa yang ia niatkan tersebut” (HR. Bukhari no. 6953)

2. Tidak Memaksa

Sesuatu yang dipaksakan pada akhirnya tidak akan baik. Bahkan dalam islam sendiri dilarang menyebarkan agama dengan cara pemaksaan. Ibnu Hazm Azh Zhahiri mengatakan:

“Janganlah kamu memberi nasehat dengan mensyaratkan nasehatmu harus diterima. Jika kamu melanggar batas ini, maka kamu adalah seorang yang zhalim” 

3. Menasehati Secara rahasia (empat mata)

Jangan lah kalian menasehati, atau menggurui orang lain di depan orang banyak, karena bisa jadi aib orang tersebut terbongkar dan orang tersebut merasa dipermalukan. Nasehatilah secara diam-diam agar nasehat kalian terkesan tulus dan masuk ke hati orang yang dinasehati.

Al Hafizh Ibnu Rajab berkata: “Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia. Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.”

Abu Muhammad Ibnu Hazm Azh Zhahiri menuturkan,

“Jika kamu hendak memberi nasehat sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!” 

4. Pilih waktu yang tepat

Misalnya ketika seseorang sedang emosi, pastinya dinasehati akan lebih sulit. Pilih lah waktu yang tepat, saat orang tersebut sudah lebih tenang dan bisa mencerna ucapan kalian.

Ibnu Mas’ud pernah berkata:

“Sesungguhnya adakalanya hati bersemangat dan mudah menerima, dan adakalanya hati lesu dan mudah menolak. Maka ajaklah hati saat dia bersemangat dan mudah menerima dan tinggalkanlah saat dia malas dan mudah menolak.”

4. Gunakan kata-kata yang baik

Adab menasehati lainnya dengan pemilihan kata-kata yang baik dan nada yang lemah lembut. Allah Ta’ala berfirman,

فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut.” (QS. Ath Thaha: 44)

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim)

5. Menasehati dengan penuh kasih sayang

Tidaklah sempurna iman seorang muslim sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Imam Nawawi rahimahullah berkata,

“Menasehati sesama muslim (selain ulil amri) berarti adalah menunjuki berbagai maslahat untuk mereka yaitu dalam urusan dunia dan akhirat mereka, tidak menyakiti mereka, mengajarkan perkara yang mereka tidak tahu, menolong mereka dengan perkataan dan perbuatan, menutupi aib mereka, menghilangkan mereka dari bahaya dan memberikan mereka manfaat serta melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.”

6. Mendoakannya 

Jika kita sudah berusaha dengan maksimal namun masih saja tidak mendapatkan solusi dan pencerahan, doakanlah orang tersebut agar segera disadarkan oleh Allah Swt. Karena Dia lah yang mampu membolak balikkan hati hambanya.

Terima kasih telah membaca, dan semoga bermanfaat ✨

Tidak ada komentar:

Posting Komentar