Senin, 30 November 2020

Menghindari Sifat Tercela; Iri Hati dan Dengki

Buat yang ngikutin blog aku, pasti baca di blog sebelumnya tentang sifat tercela, yaitu iri hati dan dengki. Disana dijelasin definisi dan dalilnya. Nah, sekarang aku mau share cara menghindari sifat tercela, iri hati dan dengki. Semoga bermanfaat...

Note: hanya sharing, belum tentu saya manusia sempurna.

Adapun cara menghindari sifat iri dengki, adalah:
1. Membaca do'a agar dijauhkan dari sifat iri dengki. 
Penyakit hati ini dapat mengarahkan manusia untuk melakukan perbuatan negatif. Yang paling ringan adalah berbuat iri dengki ataupun memfitnah orang lain. Cara agar kita dapat mengendalikan sifat tersebut adalah dengan berdo'a.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

2. Perbanyak istighfar
Beristighfar bisa menghilangkan dosa dan noda penyakit hati. Dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
"Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat niscaya noda itu akan dihapus. Tapi jika dia kembali berbuat dosa niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya. Itulah penutup yang difirmankan Allah, ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka lakukan itu telah menutup hati mereka." (QS. Al-Muthaffifin : 4) (HR. Tirmidzi).

3. Perbanyak ibadah
Dengan beribadah, maka iman seseorang juga akan bertambah dan mampu menyingkirkan segala sifat tercela termasuk dengki dalam hati.

4. Perbanyak syukur
Syukur adalah keadaan dimana kita dapat menerima situasi dan kondisi selaras dengan perbuatan dan hati. Ketika kita banyak bersyukur, maka kita akan selalu merasa cukup dan terhindar dari iri hati serta dengki.

5. Menjaga silaturahim
Dengan memelihara silaturahmi yang baik, maka seseorang akan bisa mendapatkan kesan yang sebenarnya tentang orang lain. Selain itu juga bisa mempererat hubungan serta rasa persaudaraan antar sesama umat sehingga terhindar dari perasaan iri dengki.

6. Menyadari bahwa iri hati dan dengki tidak disukai oleh Allah SWT.
Jika kita menyadari, maka kita akan merasa takut dan lebih hati-hati dalam berprasangka kepada orang lain. Seseorang sadar bahwa iri dan dengki tidak akan memberikan keuntungan dan justru memunculkan permusuhan.

Demikianlah cara agar kita dapat menghindari dari sifat tercela iri hati dan dengki. Semoga kita terhindar dan jauh dari sifat tersebut. Aamiin...

Wallahu a'lam bisshowab...

Sifat Tercela; Iri Hati dan Dengki

Sifat tercela adalah sifat yang tidak boleh dimiliki oleh manusia, dan harus dihindari. Karena, sifat tercela dapat merugikan diri sendiri serta orang lain. Iri hati dan dengki adalah bagian dari sifat tercela. Allah SWT berfirman dalam Qs. An-Nisa (4) : 32

وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا

Artinya: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Dalam ayat tersebut telah dijelaskan bahwa Allah melarang hamba-Nya merasa iri dengki terhadap orang lain. Selain itu, perbuatan iri dan dengki dapat menghapus amalan-amalan ibadah seseorang dalam artian iri dengki dapat merusak kebaikan yang telah dilakukan seseorang tersebut.

Iri adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan baik prestasi, kekuasaan, atau lainnya menginginkan yang tidak dimilikinya itu, atau mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangannya. Sedangkan dengki adalah sikap mengharapkan hilangnya nikmat dari orang lain.

Semoga kita dijauhkan dari sifat tercela, yaitu iri hati dan dengki. Serta kita senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah SWT. Aamiin...

Wallahu a'lam bisshowab...

SABAR

Assalamu'alaikum,

Hallo Akang Teteh semuanya..

Semoga semua selalu dalam keadaan sehat yaa, Aamiin...

Oke, diblog ini aku bakal bahas tentang "sabar". Pasti semua manusia yang ada dibumi ini memiliki permasalahan, ujian, cobaan, dan rintangan termasuk saya sendiri. Namun, kita diperintahkan oleh Allah untuk bersabar karena sejatinya orang-orang yang bersabar adalah orang yang dicintai oleh Allah SWT. Sesuai dengan firman Allah dalam Qs. Ali-Imron (3) : 146.

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar”. (QS. Ali 'Imron [3]: 146)

Ketika kita diberi ujian dan cobaan janganlah kita berburuk sangka kepada Allah SWT, mungkin dengan cara itulah Allah mencintai hamba-Nya, asalkan kita mau bersabar. Perbanyaklah berdoa, dan mengingat Allah. Insyaallah ketika diberi ujian hati kita merasa tenang, dan selalu diberikan jalan keluarnya.

Teruntuk Akang Teteh diluaran sana yang sedang memiliki cobaan, yu kita latih kesabarannya. Insyaallah kesabaran akan membuahkan hasil yang manis. Semangat untuk kita semuanya :)

Wassalamu'alaikum..

Selasa, 10 November 2020

Anjuran Merawat Tubuh dan Menjaga Fitrah dalam Islam

Hallo Akang Teteh ✨
Di blog sebelumnya membahas tentang dalil dan hadits merawat diri dan menjaga kesehatan tubuh. Nah, di blog yang sekarang insyaallah bakal ngebahas apa aja nih yang dianjurkan dalam merawat tubuh atau menjaga fitrah manusia. Selamat membaca🤗

Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ

“Fithrah itu ada lima, atau ada lima fithrah yaitu: Khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis.” (HR. Al-Bukhari no. 1889 dan Muslim no. 257)

Anas r.a berkata:

وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Waktu yang diberikan kepada kami (oleh Nabi, pent.) untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memotong bulu kemaluan adalah tidak lebih dari empat puluh malam (agar tidak panjang).” (HR. Muslim no. 258)

Dari hadits tersebut dapat kita ketahui bahwa terdapat lima fitrah manusia, yaitu:

1. Khitan
Khitan merupakan salah satu bentuk sunnah fitrah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim laki – laki. Biasanya, khitan dilaksanakan pada saat seorang anak laki – laki belum masuk ke usia baligh. Khitan pada anak laki – laki dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan juga untuk menjaga kebersihan seorang muslim. Banyak juga yang sudah meneliti manfaat dari khitan bagi kesehatan.

2. Mencukur bulu kemaluan
Hikmah dari sunnah fitrah ini adalah untuk menjaga tubuh agar menjadi bersih dan juga indah.

3. Memotong kumis
Seorang muslim sebaiknya memotong kumis dan merapikannya. Sehingga, penampilannya menjadi lebih indah, rapi, dan bersih. Selain itu, hikmah lain dari sunnah fitrah memotong kumis adalah untuk membedakan seorang muslim dengan orang kafir. Bersama dengan itu, disunnahkan pula untuk memelihara janggut. Karena biasanya, orang kafir cenderung memelihara kumis dan memotong janggut.

4. Memotong kuku
Seorang muslim dianjurkan untuk memotong kuku dan tidak membiarkan kukunya tumbuh panjang. Selain sebagai sunnah fitrah, memotong kuku juga membantu menjaga kebersihan dan menghilangkan kotoran yang ada di bawah kuku. Dalam kuku, terdapat banyak bakteri. Sedangkan kuku berada di tangan, dan kita makan dengan tangan. Secara tidak langsung, jika kita tidak memotong dan membersihkan kuku dapat memudahkan bakteri dan kuman masuk kedalam tubuh.

5. Mencabut bulu ketiak
Bulu ketiak yang tumbuh lebat biasanya akan menjadi sarang bakteri dan tidak sehat. Dengan mencabut bulu ketiak, maka tubuh akan menjadi bersih dan bau badan yang tidak enak akan menghilang.

Demikianlah lima anjuran yang disunahkan untuk menjaga fitrah kita.

Wallahu a'lam bisshowab...

Dalil dan Hadits Mengenai Merawat Tubuh dan Menjaga Kesehatan

Hallo Akang dan Teteh. Gimana nih kabarnya? Semoga semuanya sehat selalu yaa. Aamiin ya rabbal alamiin..

Allah SWT telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Maka dari itu, kita sebagai manusia harus pandai dalam merawat diri, dan menjaga kesehatan tubuh yang telah Allah limpahkan kepada kita semua. Terdapat dalil dan hadits mengenai perintah untuk merawat diri dan menjaga kesehatan, seperti berikut:

1. Q.S. Al-Baqarah (2) : 195


وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


Artinya: "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."

Orang-orang yang tidak menjaga kesehatan termasuk dalam golongan orang yang menjatuhkan diri dalam kebinasaan. Sebab, tidak merawat apa yang telah diberikan oleh Allah.

2. Q.S. Al-Baqarah (2) : 185


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Dalam surat tersebut, untuk menjaga kesehatan, syariat Islam juga memberikan berbagai keringanan di dalam beribadah dengan tujuan meringankan, memudahkan dan tidak membuat payah badan.

3. Hadits menjaga kebersihan lingkungan

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Setiap persendian manusia ada sedekahnya setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya, kamu mendamaikan di antara dua orang adalah sedekah, kamu membantu seseorang untuk menaikkannya di atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya di atasnya adalah sedekah, kalimat yang baik adalah sedekah, pada tiap-tiap langkah yang kamu tempuh menuju sholat adalah sedekah, dan kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah." (HR.al-Bukhari ,no.2989 dan Muslim, no 1009).

Dalam hadits tersebut, menjaga kesehatan tak cukup dengan hanya membersihkan diri saja namun juga di imbangi dengan menjaga kebersihan lingkungan. Karena lingkungan yang kotor akan menjadi sumber penyakit bagi manusia di sekelilingnya.

Wallahu a'lam bisshowab.