Selasa, 27 Oktober 2020

Bersyukur



Sebelum ngomongin tentang "bersyukur" kita harus tau nih apa itu syukur.
Syukur adalah keadaan dimana kita dapat menerima situasi dan kondisi selaras dengan perbuatan dan hati. Biasanya ketika kita bersyukur, kita mengagungkan Allah SWT dan mengucap "hamdalah" atau
 ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ yang memiliki arti "segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam".

Banyak dari kita yang masih jarang bersyukur atas apa yang Allah beri. Selalu membandingkan keadaan dengan orang lain, yang akhirnya kita melupakan nikmat yang telah diberikan. Terdapat dampak negatif jika kita tidak bersyukur, baik untuk kesehatan maupun keadaan hubungan manusia dengan Allah SWT.

Contoh kecil saat dimana kita harus merasa bersyukur adalah masih diberikan kehidupan, bernafas, dan bagun pagi dari tempat tidur. Manusia memang jarang menyadari ketika diberikan nikmat, karena manusia baru akan sadar ketika nikmatnya dicabut. Maka dari itu, bersyukurlah dengan hidup yang telah dimiliki sekarang mulai dari hal kecil dan kurangi mengeluh. Hidupmu luar biasa, dan tidak semua dapat merasakannya. Semangat untuk kita semua!!!

Senin, 19 Oktober 2020

Salah-Kesalahan-Menyalahkan-Disalahkan

 All about "SALAH"

sumber foto: http://dilasindy.blogspot.com/2017/11/cerbung-semua-serba-salah.html


Sejatinya tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Bahkan seorang yang dianggap paling "baik" pun pernah melakukan kesalahan, berbuat salah, dan menyalahkan. Tidak apa, kita hanya manusia biasa. Salah melakukan sesuatu, menyalahkan yang belum tentu, disalahkan dengan alasan yang tidak jelas sampai malu. Seperti itulah manusia, mudah menyalahkan orang lain namun lupa akan kesalahan dirinya. Terlalu fokus dengan orang lain, hingga lupa dirinya.
Dari sebuah "salah", akhirnya kita dapat mengerti bahwa kesalahan tidak selalu berakhir buruk. Dengan kesalahan, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi pembelajaran agar tidak mengulanginya lagi. Buatlah yang terbaik dengan sepenuh hati dalam segala hal, jika salah maka perbaiki. Tetap semangat menjalani kehidupan, tidak apa melakukan kesalahan, because nobody's perfect.

Senin, 12 Oktober 2020

Menasehati dengan Tidak Menyakiti Hati

Assalamu'alaikum, bagaimana kabarnya teman-teman? Semoga sehat selalu yaa, dan yang sedang sakit disembuhkan. Aamiin

Pernahkah kita ingin menasihati orang namun tidak ingin menyakiti hatinya? Pasti beberapa pernah merasakannya. Kebetulan, tadi saya ada diskusi mengenai hal ini dan saya ingin membagikan kepada semuanya.

Agar mad'u tidak merasa sakit hati yaitu dapat dilakukan dengan cara:

1. Menasehati dengan niat yang ikhlas

Sebagaimana kita ketahui bahwa amalan kebaikan tidak diterima dan tidak dianggap sebagai amalan shalih kecuali jika dengan niat yang ikhlas. Dari Umar bin Khathab radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّما الأعْمالُ بالنِّيَّةِ، وإنَّما لِامْرِئٍ ما نَوَى، فمَن كانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللَّهِ ورَسولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إلى اللَّهِ ورَسولِهِ، ومَن هاجَرَ إلى دُنْيا يُصِيبُها أوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُها، فَهِجْرَتُهُ إلى ما هاجَرَ إلَيْهِ

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan seseorang mendapatkan ganjaran sesuai niatnya. Orang yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya maka ia mendapatkan ganjaran sebagai amalan hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya. Orang yang hijrah untuk mendapatkan dunia atau untuk menikahi wanita, maka hijrahnya sekedar yang untuk apa yang ia niatkan tersebut” (HR. Bukhari no. 6953)

2. Tidak Memaksa

Sesuatu yang dipaksakan pada akhirnya tidak akan baik. Bahkan dalam islam sendiri dilarang menyebarkan agama dengan cara pemaksaan. Ibnu Hazm Azh Zhahiri mengatakan:

“Janganlah kamu memberi nasehat dengan mensyaratkan nasehatmu harus diterima. Jika kamu melanggar batas ini, maka kamu adalah seorang yang zhalim” 

3. Menasehati Secara rahasia (empat mata)

Jangan lah kalian menasehati, atau menggurui orang lain di depan orang banyak, karena bisa jadi aib orang tersebut terbongkar dan orang tersebut merasa dipermalukan. Nasehatilah secara diam-diam agar nasehat kalian terkesan tulus dan masuk ke hati orang yang dinasehati.

Al Hafizh Ibnu Rajab berkata: “Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia. Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.”

Abu Muhammad Ibnu Hazm Azh Zhahiri menuturkan,

“Jika kamu hendak memberi nasehat sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!” 

4. Pilih waktu yang tepat

Misalnya ketika seseorang sedang emosi, pastinya dinasehati akan lebih sulit. Pilih lah waktu yang tepat, saat orang tersebut sudah lebih tenang dan bisa mencerna ucapan kalian.

Ibnu Mas’ud pernah berkata:

“Sesungguhnya adakalanya hati bersemangat dan mudah menerima, dan adakalanya hati lesu dan mudah menolak. Maka ajaklah hati saat dia bersemangat dan mudah menerima dan tinggalkanlah saat dia malas dan mudah menolak.”

4. Gunakan kata-kata yang baik

Adab menasehati lainnya dengan pemilihan kata-kata yang baik dan nada yang lemah lembut. Allah Ta’ala berfirman,

فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut.” (QS. Ath Thaha: 44)

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim)

5. Menasehati dengan penuh kasih sayang

Tidaklah sempurna iman seorang muslim sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Imam Nawawi rahimahullah berkata,

“Menasehati sesama muslim (selain ulil amri) berarti adalah menunjuki berbagai maslahat untuk mereka yaitu dalam urusan dunia dan akhirat mereka, tidak menyakiti mereka, mengajarkan perkara yang mereka tidak tahu, menolong mereka dengan perkataan dan perbuatan, menutupi aib mereka, menghilangkan mereka dari bahaya dan memberikan mereka manfaat serta melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.”

6. Mendoakannya 

Jika kita sudah berusaha dengan maksimal namun masih saja tidak mendapatkan solusi dan pencerahan, doakanlah orang tersebut agar segera disadarkan oleh Allah Swt. Karena Dia lah yang mampu membolak balikkan hati hambanya.

Terima kasih telah membaca, dan semoga bermanfaat ✨

Minggu, 04 Oktober 2020

Perjuangan Da'i Masa Kini

Sumber foto: https://islam.nu.or.id/post/read/114517/delapan-syarat-dakwah-dan-amar-ma-ruf-menurut-as-samarqandi-dan-syekh-ali-jumah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bagaimana kabarnya Akang dan Teteh? Semoga kita semuanya selalu diberi kesehatan. Aamiin

Bukan hal yang mudah untuk menebarkan kebaikan, sharing ilmu, dan diskusi perihal keagamaan kepada khalayak. Karena tidak semua orang memiliki pandangan positif mengenai hal tersebut. Maka dari itu, diperlukannya sebuah perjuangan untuk para da'i agar selalu dapat menebarkan kebaikan.

Sebelumnya kita perlu mengetahui definisi "da'i". Dai pada dasarnya adalah penyeru ke jalan Allah pengibar panji- panji Islam dan perjuangan yang mengupayakan terwujudnya sistem islam dalam realitis kehidupan manusia (mujahid al da’wah) bahwa da’i indetik dengan ceramah (mubaligh). Da’i ini  mengajak kepada kebaikan melalui tulisan, ceramah, pembicara khusus maupun umum.

Saat ini, manusia tidak lepas dari adanya kemajuan teknologi. Sehingga seorang da'i pun harus dapat menyesuaikan perkembangan tersebut agar pesan kebaikan dapat tersampaikan dengan baik.

Tak lepas juga dengan kemajuan teknologi terdapat banyak informasi seputar keagamaan yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits. Maka dari itu da'i harus dapat menyiasati agar para mad'u dapat membedakan mana yang betul dan mana yang tidak. Da'i juga harus dapat menyampaikan pesan secara menarik dan tidak membosankan.

Menurut Sayyid Quthub ada tiga hal yang penting agar ia mampu melaksankan tugasnya dengan baik sebagai pembangun dan perkembangan masyarakat Islam yaitu: 

• Kasih sayang (tahmah) 

• Integritas alias adanya kesatuan antara kata dan perbuatan (muthabaqah  bayn al-qaul wa al-fi’il) 

• Kerja keras (al-‘amal al-jiddi)

Semoga para pendakwah/da'i diberikan kemudahan dalam penyampaian dan ajakan untuk kebaikan menuju ridho-Nya, dan senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal Alamiin...